Pentingnya Pendidikan Seks dalam Kurikulum Formal Indonesia
Isu pendidikan yang menarik perhatian saya dalam
menulis esai ini adalah tentang kurangnya pendidikan seks atau sex education dalam pendidikan formal di
Indonesia. Sebagai salah satu peserta didik di Indonesia, saya merasa bahwa
pendidikan tentang pentingnya pengetahuan seputar seks perlu masuk ke dalam
kurikulum formal di Indonesia. Selama saya sekolah, pengetahuan tentang
seksualitas dan sistem reproduksi hanya saya dapatkan melalui pelajaran biologi,
padahal kegiatan bereproduksi dan segala hal seputar reproduksi merupakan salah
satu unsur dasar yang menjadi kebutuhan pokok serta fenomena natural yang
terjadi pada manusia, sehingga perlu adanya “bekal” pada masyarakat tentang hal
dasar mengenai seks sejak dini, seperti apa itu seks, bagaimana melakukan seks
yang benar, bahaya apa yang dapat ditimbulkan dari seks, dan hal-hal lain yang
membentuk peserta didik untuk lebih aware
dengan tubuhnya sendiri, terutama pada kesehatan bereproduksi dan aspek
seksualitas. Namun, masih banyak masyarakat Indonesia yang menganggap
pendidikan seks dapat memicu anak mereka untuk melakukan tindak seks di luar
pernikahan. Hal ini disebabkan oleh pola pikir masyarakat Indonesia yang pada
umumnya masih menganggap seks adalah hal yang tabu secara kultural.
Di Belanda, pendidikan seks sendiri sudah diwajibkan kepada masyarakat sejak berusia empat tahun keatas. Pendidikan diawali dengan mengajarkan pada anak-anak untuk bisa menghargai tubuhnya sendiri dan menghargai seksualitas pada teman sebayanya. Kemudian setelah mulai beranjak dewasa, hal-hal yang berkaitan dengan seks akan diajarkan, seperti penggunaan alat kontrasepsi dalam hubungan seksual dan pengetahuan mengenai PMS atau penyakit menural seksual yang menghasilkan angka kehamilan usia muda di Belanda terbilang cukup rendah. Sedangkan di Indonesia sendiri, pendidikan seks bahkan masih dianggap sebagai pengetahuan ekstrakulikuler. Banyak dari orang tua di Indonesia yang juga bingung dan tidak tahu cara untuk memberikan edukasi kepada anak-anaknya seputar seks, sebab orang tua sendiri tidak menerima pengetahuan tersebut secara formal pada saat mereka masih sekolah. Keminiman pengetahuan seputar seks ini harus segera dihilangkan dari masyarakat, dan dapat dimulai dengan menjadikan pendidkan seks sebagai kurikulum wajib sekolah, setidaknya sejak SMP.
Menurut Durkheim, pendidikan adalah tempat penyedia pengetahuan dan kemampuan manusia untuk mempersiapkan partisipasi masyarakat dalam kehidupan sosial di masa depan dan sebagai mekanisme regulatif dan integratif dalam membentuk kesadaran akan tanggung jawab dengan masyarakat luas, sehingga pengetahuan dasar seperti seks perlu ada dalam kurikulum formal pendidikan di Indonesia. Hal tersebut saya katakan sebab pendidikan merupakan unsur utama yang membentuk manusia selain keluarga. Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam pertumbahan anak, karena di Indonesia sendiri, pendidikan wajib berjalan selama 12 tahun yang meliputi usia 7-14 tahun, yaitu usia yang dikatakan sebagai usia krusial pada pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mental seorang anak. Sehingga sekolah dapat mewujudkan fungsi sosialisasi dan alokasinya sebagai bentuk dari peran sekolah sebagai reproduksi sosial, yaitu wadah dari proses untuk memelihara keteraturan sosial dari generasi ke generasi.
Perwujudan pendidikan seks pendidikan formal di
Indonesia diharapkan dapat secara perlahan menumpas semua pola pikir yang sudah
membudaya pada masyarakat Indonesia seputar seks. Sehingga dapat menciptakan
msyarakat yang sehat dan sejahtera dengan meminimalisir penyebaran dari
penyakit seks menular dengan melakukan tindakan pencegahan, seperti penggunaan
alat kontrasepsi dan dengan ilmu yang diberikan seputar menjaga kesehatan alat
reproduksi. Masyarakat yang sehat akan menghasilkan keturunan yang sehat pula,
sehingga ancaman dari krisis kesehatan akibat seks dapat menurun dan
menyejahterakan kehidupan masyarakat. Selain itu, hal ini akan mewujudkan
masyarakat yang lebih aware akan
bahaya dari perilaku seks bebas dan perilaku menyimpang lainnya untuk mendorong
stabilitas sosial masyarakat.
Daftar Pustaka
Dzulfikar, L. T. (2019). Akademisi sarankan cara tepat mengajarkan
pendidikan seks untuk anak di Indonesia. Theconversation.Com.
https://theconversation.com/akademisi-sarankan-cara-tepat-mengajarkan-pendidikan-seks-untuk-anak-di-indonesia-122627
Kumparan Sains.
(2021). Dalam _Mengintip Pendidikan Seks dari Berbagai Negara, Bagaimana di
Indonesia_. Diakses pada 9 April 2021,
dari https://kumparan.com/kumparansains/mengintip-pendidikan-seks-dari-berbagai-negara-bagaimana-di-indonesia-1uR3emIopo2/full
Komentar
Posting Komentar